2. Cara mengatasi sifat buruk

إن الإنسان خلق هلوعا (19)

إذا مسه الشر جزوعا(20)

وإذا مسه الخير منوعا(21)

إلا المصلين(22)

الذين هم على صلاتهم دائمون (23)

والذين في أموالهم حق معلوم924)

للسائل والمحروم(25)

والذين يصدقون بيوم الدين(26)

والذين هم من عذاب ربهم مشفقون(27)

إن عذاب ربهم غير مأمون9(28)

والذين هم لفروجهم حافظون(29)

إلا على أزواجهم أو ما ملكت أيمانهم فإنهم غير ملومين

(30)

فمن ابتغى وراء ذلك فأولئك هم العادون(31)

والذين هم لأماناتهم وعهدهم راعون(32)

والذين هم بشهاداتهم قائمون(33)

والذين هم على صلاتهم يحافظون(34)

أولئك في جنات مكرمون                  ( المعارج )70( 19 – 35 ) (35)

 

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,

yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,

dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

dan orang-orang yang takut terhadap adzab Tuhannya.

Karena sesungguhnya adzab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).

Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.

Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

(Q.S. Al-Ma’arij ( 70 ) : 19- 35)