KURSUS BUANG AIR DIPESAWAT

Secara prosedural, sebetulnya seluruh jamaah haji Indonesia yang diberangakatkan ke tanah suci sudah dibekali berbagai pengetahuan yang mereka perlukan baik sebelum, selama dan sesudah melaksanakan ibadah haji. Termasuk bekal pengetahuan selama di perjalanan. Mulai berangkat dari rumah sampai kembali ke rumah.

Namun pembekalan yang biasa di sebut binsik itu agaknya masih belum memadai. Bukan saja karena banyak pembimbing di binsik-binsik yang adakan pemerintah di tingkat kecamatan atau penggabungan beberapa kecamatan, sampai ke tingkat kabupaten yang kurang kualifid, tetapi juga banyak materi sederhana yang dianggap sepele justru sangat di perlukan oleh calon jamaah haji.

Salah satu contohnya adalah tentang bagaimana seharusnya jamaah ketika berada di pesawat udara. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh jamaah selama berada di pesawat udara. Hal ini menjadi perlu mengingat mayoritas jamaah haji adalah orang yang baru pertama kali naik pesawat.

Di pesawat memang pramugari memberi beberapa petunjuk penting selama berada di pesawat. Cara menggunakan sabuk, misalnya. Sayangnya tentang bagaimana cara buang air kecil, membersihkan kotoran, membuang bekas kotoran tidak sempat disampaikan pramugari. Lagi pula kalau pun disampaikan belum tentu dapat dimengerti oleh jamaah. Terutama jamaah dari daerah yang tidak mengerti bahasa Indonesia.

Ketika di pesawat, kebetulan saya mendapat tempat duduk di depan dekat ruang pilot. Setelah dua baris bangku di depan saya terdapat dua toilet. Satu untuk penumpang, satu untuk petugas udara. Beruntung saya tidak duduk di bangku yang terdepan. Diposisi saya saja bau pesing sudah tercium, tidak terbayang betapa menyengatnya bau itu dikursi terdepan.

Pramugari berulang kali mengingatkan kepada penumpang untuk tidak membasahi lantai toilet ketika istinja. Tidak terbayang andai ada konsleting kabel pesawat gara-gara jamaah membasahi lantai toilet dengan air. Juga untuk membuang kertas tissue pada tempatnya, tidak memasukkannya ke dalam kloset. Agaknya banyak jamaah yang tidak tahu betapa membasahi lantai itu sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan dan tidak tahu ke mana membuang limbah tissue istinja. Karena itu, perlu ‘kursus buang air dipesawat’ bagi calon jamaah haji.