MENCURI AIR ZAMZAM

Diantara oleh-oleh yang paling dinanti dari jamaah haji sepulang dari tanah suci selain buah kurma, kismis, kacang arab, surban, tasbih adalah air zamzam. Air yang berasal dari sumur buah karya nabi Ismail as dan bunda Siti hajar. Sumur itu kini di tutup untuk umum dan airnya dialirkan ke seluruh penjuru masjid al-Haram dan Masjid al-Nabawi. Dikedua Masjid itu, jamaah akan dengan mudah mendapatkan air zamzam. Air yang keistimewaannya ditopang oleh dalil syara’.  

Sudah menjadi kebiasaan, ketika menjamu tamu yang menjenguknya sepulang dari tanah suci, baik haji maupun umrah, jamaahmenghidangi tamu dengan aneka makanan khas arab atau timur tengan dan air zamzam. Bahkan ada tamu yang secara khusus meminta air zamzam kepada jamaah yang baru pulang.

Untuk mensiasati agar seluruh tamu mendapatkan suguhan minum air zamzam, jamaah biasanya menghidangkan air itu di gelas-gelas kecil yang khusus dibeli di tanah suci. Gelas-gelas itu, kemudia dijadikan sebagai aksesoris pajangan. Tidak lagi dipergunakan untuk menghidangi tamu.

Karena setiap jamaah haji atau umrah hanya mendapat jatah dari maskapai masing-masing 5 liter air zamzam, tentu tidak cukup untuk menjamu tamu yang menjenguknya sepulang dari tanah suci. Untuk mencukupinya jamaah dapat membeli air zamzam di tanah air. Biasanya disekitar embarkasi atau asrama haji ada yang jual air zamzam.

Namun ada juga jamaah yang ‘nakal’. Misal mencampur air zamzam dengan air biasa. Mudah-mudahan yang ini ma’fu (bisa ditoleril). Nah, kalau yang ini agak susah ditoleransi. Jamaah sedikit demi sedikit mengumpulkan air zamzam di tanah suci. Setiapkali ke masjid membawa botol kosong lalu diisi air zamzam dari masjid.  Air dari botol itu kemudian dipindahkan ke dirigen. Dan jirigen di masukkan tas besar, setelah sebelumnya di lapisi plastic atau kain.

Cara membawa air zamzam seperti ini tentu tidak baik. Dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Bayangkan, andai pesawat mogok di udara gara-gara ada komponen tersiram air, tentu ini merusak kemabruran ibadah haji. air zamzam memang berkah. Tetapi kalau cara mendapatkannya tidak ‘halal’, dipastikan keberkahannya akan hilang.