MENAMPAKKAN  KEISLAMAN

 

فلما أحس عيسى منهم الكفر قال من أنصاري إلى الله قال الحواريون نحن أنصار الله آمنا بالله واشهد بأنا مسلمون                                                                                      (ال عمران {3} : 52                          

 “Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.”

 

وإذ أوحيت إلى الحواريين أن آمنوا بي وبرسولي قالوا آمنا واشهد بأننا مسلمون            (المائدة {5}: 112)

“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu.”.

 

 

ومن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين                    (فصلت {41}: 33)

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

 

  1. Banyak ummat Islam yang enggan bahkan malu menampakkan identitas keislamannya.
  1. Indikasinya adalah :
    1. Enggan dan malu menggunakan atau memakai simbol-simbol Keislaman. Misalnya memakai jilbab, memakai baju muslim, menonjolkan nama-nama muslim, membawa mushaf al-Qur’an.
    2. Keberatan disebut muslim yang ‘fanatik’. Padahal fanatisme terhadap keyakinan adalah perwujudan seberapa dalam keimanan seseorang. Contoh faktual dilingkungan kita ; ketika kita tengah berhadapan dengan ummat lain terkait pembangunan ‘rumah ibadah’, banyak ummat Islam yang tidak mau berada satu barisan dengan Ummat Islam dan lebih merasa enjoy di posisi abu-abu (bayna-bayna). Takut disebut muslim fanatis, muslim garis keras, atau bahkan muslim anarkis. Padahal kekerasan dan anarkisme apa yang dilakukan ummat Islam terkait persoalan pembangunan ‘rumah ibadah’ di Citra Indah? Tunjukkan kalau ada.  Padahal pula saat itu lah kita dituntut untuk menunjukkan identitas, terlepas perbedaan tentang bagaimana cara menyikapi masalah ‘rumah ibadah’  tersebut.
  1. Faktor Penyebabnya adalah :
    1. Lemah iman.
    2. Pemahaman ‘pluralisme’ dan toleransi yang kebablasan.
    3. Propaganda non muslim yang terus berupaya mengadakan pencitraan buruk terhadap ajaran dan simbol-simbol Islam.
    4. Lemahnya pemahaman sebagian ummat Islam terhadap ajaran Islam.

 

  1. Dampaknya adalah :
    1. Semangat jihad ummat Islam melemah.
    2. Ummat Islam tertinggal dalam banyak hal.
    3. Ummat Islam menjadi sasaran empuk bagi pelecehan, eksploitasi, dan penindasan dari   ummat lain.

عن ثوبان : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : يوشك أن تداعي عليكم الأمم من كل أفق كما تداعي الأكلة علي قصعتها. قال قلنا أمن قلة بنا يومئذ يا رسول الله ؟ قال : أنتم يومئذ كثيرون ولكن تكونون غثاء كغثاء الثيل. ينتزع المهابة من قلوب عدوكم ويجعل في قلوبكم الوهن. قال قلنا ؟ وما الوهن ؟   قال حب الحياة  {الدنيا} وكراهية الموت                                                              رواه ابو داود  وأحمد

  “Dari Tsauban ra. Ia menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda ; dikhawatirkan akan terjadi kalian  (suatu keadaan) dimana ummat-umat lain mengerubungi kalian seperti orang-orang mengerubungi nampan makanan. Tsauban berkata; kami bertanya; apakah karena kami waktu itu sedikit (minoritas)? Rasulullah saw menjawab; jumlah kalian waktu itu banyak, tetapi kondisi kalian seperti buih lautan. Allah Swt mencabut rasa takut dari hati musuh kalian dan meletakkan pada hati kalian “al-wahn.” Tsauban berkata; kami bertanya; apakah al-wahn itu ? Rasulullah saw menjelasknan : Mencintai hidup  (materi) dan takut mati.”               HR Abu Dawud dan Ahmad  

Disampaikan pada khutbah Jum’at tgl 8 Rajab1429 H/11 Juli 2008, Masjid Jami Citra Indah, Bukit Menteng Jonggol.