SAMBUTAN DALAM RANGKA MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM

 

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr  (59) : 18)

 

 

1. Terlebih dahulu saya tidak akan mengucapkan selamat tahun baru Islam 1429 H kepada saudara-saudara semua. Sebab saya ragu bahwa ucapan selamat tahun baru berasal dari tradisi Islam. Jangan-jangan itu tradisi ummat lain. Sebab penanggalan Islam/Hijriyah baru dicanangkan oleh Khalifah Umar bin Khaththab pada tahun ke 17 hijriah atau pada tahun ke 5 kepemimpinannya sebagai khalifah.Tetapi saya akan berdoa dan mengajak semua ummat Islam berdoa semoga di tahun 1429 H ini dan seterusnya, semua ummat Islam selamat dan keberkahan serta diberi kesejahteraan hidup baik di dunia mau pun di akhirat. Amin.

 

2. Saya selaku salah seorang ummat muslim di Indonesia merasa sangat kecewa dan iri. Mengapa ?  Karena ketika menjelang tanggal 1 Januari, hampir diseluruh penjuru tanah air, mulai dari didaerah perkotaan sampai perkampungan, marak spanduk ucapan menyambut tahum baru 2008  H dibarengi dengan selamat natal. Tapi menjelang tahun baru hijriyah/Islam, hampir tidak ada spanduk menyambut datangnya tahun 1429 H, padahal penduduk Indonesia yang lebih dari 240 juta ini katanya 70 persen lebih beragama Islam.. Indonesia adalah negeri dengan jumlah penganut Islam terbesar di dunia. Sekarang….tidak tahu kalau nanti.  Pada kemana ummat Islam Indonesia ini   … 

 

3. Saya juga heran mengapa pada malam tanggal satu januari yang lalu  banyak ummat Islam di Indonesia ikut hura hura melakukan penyambutan. Ada yang ikut-ikut tiup terompet, menyalakan kembang api, petasan, bahkan mengadakan acara yang menghabiskan biaya banyak. Sementara ketika awal tahun baru Islam hare-hare wae ! Nanaonan iye  teh. Yang lebih membuat saya heran, ketika malam itu Presiden SBY berdzikir di Masjid Istana, Wapres JK bedzikir dimasjid Sunda kelapa, Ketua MPR dan para petinggi ormas berdzikir di Masjid at-Tin, e ada sejumlah pejabat daerah yang mengadakan perayaan menyambut tahun baru secara meriah dengan menghabiskan biaya puluhan milyar untuk membayar artis, kembang api dan lain-lain. Padahal musibah tengah menimpa rakyat Indonesia dibeberapa daerah. Waktu itu hampir diseluruh tanah air terkena banjir dan longsor  dan memakan korban jiwa ratusan orang. Dimana hati nurani mereka ? 

 

4. Tujuan sahabat Umar bin Khaththab mencetuskan penanggalan Islam adalah :

 

a. Penyelenggaraan administrasi yang baik untuk memaksimalkan pelayanan kepada ummat. Perlu diketahui, Umar bin Khaththab, selain sebagai khalifah Nabi menjalankan roda pemerintahan (sebagai kepala Negara), juga sebagai ulama waratsah al-anbiya’. Dengan adanya penanggalan, Umar dapat menyortir berkas mana yang terlebih dahulu masuk dan harus diberi pelayanan duluan. Rakyat dan ummat mana yang harus mendapat prioritas penanganannya.

b. Membuat identitas Islam. Pada waktu itu sebetulnya penanggalan masehi sudah ada. Tetapi Umar lebih memilih untuk membuat penanggalan sendiri agar ummat Islam memiliki identitas sendiri. Bukan memakai identitas milik ummat lain.

c. Mengajak ummat Islam untuk menghargai dan mencintai sejarah serta peradaban Islam.

 

5. Maka dari itu, izinkan saya mengajak, mari kita mengenal dan mencintai penanggalan Islam serta syiar Islam yang lain. Sudah sepantasnya ummat Islam mengetahui tahun  berapa sekarang menurut penanggalan hijriyah, hafal bulan- bulan hijriyah, dan melakukan pencataan dan pendataan menggunakan penanggalan hijriyah, bukan hanya penanggalan masehi. Misalnya dalam momen kelahiran, kematian, walimahan dan lain-lain. Sepantasnya pula ummat Islam mempopulerkan kembali nama-nama Islam, pakaian Islami, serta budaya Islami.

 

6. Dari sisi sejarah, adalah wajar bila ummat Islam menganggap tanggal 1 Muharrom sebagai hari istimewa. Namun hari yang istimewa itu kalau mau di meriahkan atau dirayakan harus dengan cara-cara yang sesuai dengan tuntutan ajaran Islam. Bagaimana mungkin kita melakukan syiar Islam dengan cara yang tidak Islami. Misalnya dengan mengadakan kegiatan yang bersifat hura-hura semata. Pemubadziran harta benda, sementara masih banyak ummat Islam yang lain yang kekurangan, bahkan kelaparan.

 

7. Selaras dengan maksud yang dicanangkan Umar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyambut tahun baru Hijriyyah. Yaitu :

a. Muhasabah. Berintropeksi mengenai perjalanan hidup yang telah dilalui. Apakah kehidupan  kita yang telah lalu diisi sesuai dengan ketentuan  Allah Swt yang telah memberi kehidupan. Apakah kita telah melaksanakan ibadah sesuai dengan ketentuan-Nya. Apakah kita telah dapat bersyukur dengan segala anugrah-Nya. Dosa-dosa apa saja yang telah dilakukan dan apakah telah bertaubat dari dosa-dosa itu ?

 

b. Bertafakkur untuk merancang kehidupan esok yang lebih baik. Apa target yang hendak dicapai dan upaya apa yang harus dilakukan agar target dapat tercapai ?

c. Melaksanakan berbagai  social dan keagamaan yang bermanfaat bagi Islam dan ummat Islam.

 

Jonggol I Muharrom 1429 H/ 9 Januari 2008